Awards

BII Sukma Awards, Penghargaan Kepada Pengusaha Perempuan

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) melalui BII Sukma Awards memberikan penghargaan kepada enam pengusaha perempuan yang memiliki kepribadian berani, independen dan memberikan inspirasi bagi kaum perempuan lain. Acara penghargaan diadakan hari ini, di kantor BII, Senayan, Jakarta, Rabu (22/5). Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Linda Amalia Sari, SiP dengan didampingi Presiden Direktur BII Dato’ Khairussaleh Ramli.

BII Sukma Awards adalah ajang apresiasi terhadap pengusaha perempuan di seluruh nusantara yang digagas oleh BII bersama www.sukmainspirasi.com, sebagai perwujudan dukungan dan kepedulian atas kontribusi pengusaha perempuan terhadap pertumbuhan usaha pada khususnya dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada umumnya.

Pemenang adalah pengusaha perempuan yang memiliki kepribadian “BII”, yakni Brave, Independent dan Inspiring. Brave mewakili kepribadian yang berani keluar dari zona nyaman dan mantap untuk memasuki dunia usaha dan menjadi wirausaha. Independent dapat menjadi perempuan yang mandiri secara finansial dari usaha yang dijalankan. Dan, Inspiring, kehadiran dan usaha yang dilakukan dapat mengilhami kemandirian perempuan Indonesia dan memberikan manfaat bagi komunitas dan lingkungan sekitarnya.

Penyelenggaraan BII Sukma Awards berlangsung dari 22 Desember 2012 hingga 10 April 2013. Dewan Juri terdiri dari Y. Santoso Wibowo (Direktur Kredit, BPRP & UMKM Bank Indonesia), Ir Nita Yudi, MBA (Ketua Umum IWAPI), Handoko Wignjowargo (Business Coach Maestro Indonesia), Yuliasiane Sulistiyawati (Founder & President Director PT Pazia Pillar Mercycom), Dato’ Khairussaleh Ramli (Presiden Direktur BII) dan Jenny Wiriyanto (Direktur Perbankan UKM BII).

Dari 104 peserta dipilih 11 finalis untuk ditetapkan 6 (enam) pemenang. Rona Himmah dengan produksi popok kain cuci ulang ditetapkan Dewan Juri sebagai pemenang pertama, disusul runner up pertama: Dewi Utari dengan usaha toko roti rumahan, yang memproduksi aneka cupcakes premium serta runner up kedua: Ella V. Ma’ruf dengan produksi tas batik premium dan barang-barang kulit premium lain.

Di samping itu, juga ditetapkan pemenang kategori khusus, Greenpreneur untuk pengusaha perempuan yang sangat peduli lingkungan yakni Siti Aminah dengan kerajinan dari limbah kertasn koran, Sociopreneur untuk pengusaha perempuan dengan produk yang bermanfaat positif bagi masyarakat luas yakni Christien Ismuranty dengan produk makanan sehat bebas gluten dan kasein serta Innopreneuruntuk pengusaha perempuan paling inovatif yakni Roihatul Jannah dengan produk sandaran duduk anak untuk sepeda motor.
Kepada para pemenang BII memberikan apresiasi berupa total nilai hadiah sebesar Rp 250 juta dalam bentuk dukungan modal kerja bagi pengembangan usaha ke depan. Lebih jauh, BII juga mendukung upaya pengembangan kewirausahaan para pemenang dengan mengikutsertakan pemenang sebagai anggota 3A BII (Asah, Asih, Asuh BII), mendukung ekspansi jaringan usaha melalui aliansi strategis dengan komunitas UMKM BII, melakukan program pendampingan ahli, serta melaksanakan program pembinaan dengan konsep apprenticeship dan mentorship dari praktisi bisnis dan ahli.

“Melalui BII Sukma Awards kami mencoba menerapkan prinsip asah, asih dan asuh, dalam mendukung kemajuan pengusaha perempuan sejak fase pemula, dengan mendidik, mencintai dan membina. Mendidik dengan meningkatkan pengetahuan pengusaha perempuan secara berkelanjutan. Mencintai dengan mendukung penyediaan produk dan layanan perbankan secara berkelanjutan. Dan, membina dengan berupaya meningkatkan kapasitas dan daya saing sehingga dapat meningkatkan taraf kewirausahaan ke tingkat yang lebih baik lagi,” kata Dato’ Khairussaleh.
Menurut Dato’ Khairussaleh, BII Sukma Awards merupakan inisiatif yang sejalan dengan misi BII humanizing financial service, dimana BII dalam melakukan ekspansi usaha maupun inisiatif sosial kemasyarakatan, selalu berupaya untuk berada di tengah-tengah komunitas dengan menjadi bagian dan tumbuh bersama-sama dengan komunitas, termasuk komunitas perempuan.

Direktur Perbankan UKM BII, Jenny Wiriyanto menambahkan, perempuan merupakan segmen yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pemberdayaan ekonomi. "Sebagai lembaga intermediasi, kami juga mencoba memfasilitasi melalui kemitraan strategis dengan kelompok usaha mikro lain, baik yang digagas pemerintah maupun institusi lain, sejalan dengan kebutuhan pengusaha perempuan akan informasi, jaringan serta akses permodalan," tuturnya. (*/DKu)